Saat cuaca cerah di siang hari, kita akan lihat langit berwarna biru. Namun pada sore hari, langit akan berwarna kuning kemerahan. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui penyebabnya.
Penyebab warna langit ternyata tidak lepas dari pengaruh atmosfir bumi kita ini. Molekul-molekul gas seperti nitrogen, oksigen, argon dan uap air menyebabkan cahaya matahari yang terdiri dari variasi panjang geleombang terabsorbsi. Cahaya yang terabsorbsi ini akan teradiasikan sehingga menghasilkan spektrum warna. Walaupun seluruh panjang gelombang dari cahaya matahari ini terabsorsi, namun warna biru yang memiliki panjang gelombang yang rendah akan terabsorsi lebih banyak dibandingkan warna merah sehingga warna biru ini dominan terlihat oleh mata. Proses ini dinamakan Rayleigh scattering.
Rayleigh menjelaskan bahwa cahaya yang memiliki panjang gelombang lebih kecil akan memiliki intensitas perpendaran yang lebih besar. Karena warna biru memiliki penjang gelombang yang kecil sehingga warna biru akan dominan di langit. Selain itu, perpendaran warna ini juga dipengaruhi oleh jarak sumber cahaya dengan pengamat sehingga pada saat sunset, jarak sumber cahaya akan lebih jauh dan menyebabkan perpendaran efek Rayleigh scattering oleh warna biru ini berkurang. Proses ini dapat terlihat jelas saat matahari terbenam, dimana warna merah akan dominan di garis horizon.
BateraiNikel - Kadmium digunakan sebagai baterai dalam berbagai peralatan luar angkasa sejak tahun 1970-an. Misalnya pada satelit dan beberapa peralatan luar angkasa. Umumnya peralatan tersebut didesain sedemikian rupa sehingga dapat menghemat pemakaian ruangan dalam pesawat.
Baterai ini menggunakan nikel oksida sebagai elektode positif (katode), senyawa cadmium sebagai electrode negative (anode), dan larutan KOH sebagaielektrolit. Baterai nikel cadmium ini dapat diisi ulang dan bertahan 10-20 tahun di luar angkasa. Saat sedang digunakan, baterai tersebut mengubah energy kimia menjadi energy listrik dan sebaliknya, mengubah energy listrik menjadi energy kimia saat sedang diisi.
Ilmu kimia sudah lama sekali dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Pada zaman dahulu (dongeng sebelum belajar) ilmuwan Mesir yang bernama Archimedes menggunakan ilmu kimia untuk mengetahui campuran logam pada mahkota raja Hieron yang diduga telah dicampur dengan logam yang lainnya yaitu perak (Ag).
Selain itu ilmu kimia juga dapat dipakai dalam pembunuhan. Dulu sekitar abad XVIII Napoleon Bonaparte meninggal akibat keracunan gas As (Arsen). Begitu pula dengan kejadian yang menimpa seorang tokoh HAM d Indonesia, Munir juga dibunuh dengan menggunakan gas ini. Gas Arsen merupakan gas yang tidak menimbulkan bau, berbeda dengan gas beracun lain seperti gas Sulfur/belerang atau gas klorin. Dengan kimia kita juga dapat membuat sebuah benda yang berbahaya tapi diperlukan yaitu bom seperti TNT (trinitro toluene) dan Nitro Gliceryn. Intinya ilmu kimia sangat bermanfaat dan sangat perlu diawasi penggunaannya.
Nah, pada zaman sekarang ilmu kimia sudah amat sangat banyak sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam pembuatan parfum, obat-obatan, makanan, minuman, es krim, bahan bakar, bahkan pembersih kutek (aseton) merupakan buah dari lahirnya ilmu kimia di permukaan bumi J.
Dinamit merupakan campuran nitrogliserin dengan suatu substansi inert. Nitrogliserin atau gliserol trinitrat merupakan zat cair seperti minyak dan tidak berwarna. Ntrogliserin bersifat eksplosif (mudah meledak) jika terpengaruh oleh pemanasan, guncangan, atau benturan. Pembentukan ledakan dapat dijelaskan dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
4C3H5(ONO2)3 (l) → 6N2(g) + 12CO2(g) + 10 H2O (g)
Pembentukan gas yang berlangsung secara mendadak, menyebabkan perubahan volume yang cukup besar sehingga timbul ledakan.
Volume air laut di permukaan bumi sangat melimpah dibandingkan dengan volume air tawar. Perbandingan air laut dan air tawar adalah air laut (97,4%), es, salju, dan air dalam tanah (2,59%), sungai, danau, dan atmosfer (0,014%).
Di beberapa Negara, seperti Arab, air tawar sulit diperoleh. Untuk memenuhi kebutuhan air tawarnya, Negara-negara tersebut mengolah air laut menjadi air tawar yang disebut desalinasi air laut. Caranya adalah dengan menggunakan prinsip osmosis balik.
Dua buah larutan yang berbeda tekanan osmotiknya dan dipisahkan oleh suatu membrane semipermeabel, air akan berpindah dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Proses ini dapat dicegah dengan memberikan tekanan sebesar tekanan osmotiknya. Untuk osmosis balik tekanan yang diberikan harus melebihi tekanan osmotiknya, sehingga denga tekanan ini air akan bergerak pada arah yang berlawanan.
Untuk penghargaan kepada seorang ilmuwan dan juga ahli astronomi Nicolaus Copernicus (1473-1543) yang menyatakan bahwa bumi mengorbit matahari, dimana pandangan ini mengubah semua orang tentang dunia yang lebih modern, tim peneliti penemu unsur baru dengan nomor atom 112 yang dipimpin oleh Professor Sigurd Hofmann memberi nama “Copernicium” dengan symbol atom “Cp” untuk unsur baru temuan mereka. Unsur baru dengan nomor atom 112 ini ditemukan di Laboratorium GSI Helmholtzzentrum für Schwerionenforschung (Center for Heavy Ion Research) di Darmstadt Jerman.
Beberapa minggu yang lalu, IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) secara resmi menerima pernyataan dari tim peneliti diatas tentang temuan unsur baru mereka. Dan sekitar kurang lebih enam bulan maka IUPAC akan memberikan persetujuan secara resmi tentang nama dari unsur tersebut. Pada rentang waktu tersebut komunitas ilmuwan akan mendiskusikan perihal nama yang telah diberikan pada unsur baru ini, sebelum IUPAC meresmikannya.
“Setelah IUPAC mengetahui penemuan kami, kami yaitu para ilmuwan yang terlibat dalam penemuan ini—telah menyetujui nama “copernicium” untuk unsur baru dengan nomor atom 112 tersebut. Kai semua ingin memberikan penghargaan kepada seorang ilmuwan yang sangat berbakat yang telah menubah cara pandang terhadap dunia kita” kata Sigurd Hofmann, kepala peneliti.
Copernicus yang lahir pada tahun 1473 di Torun, dan meninggal pada 1543 di Frombork Polandia, bekerja dalam bidang astronomi, dia mengetahui bahwa planet-planet mengitari matahari bukannya bumi. Dengan penemuannya ini dia telah mematahkan keyakinan saat itu yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Penemuan Copernicus sangat penting untuk penemuan gaya gravitasi, dimana gaya ini bertanggung jawab terhadap pergerakan planet. Penemuannya juga membawa kepada kesimpulan bahwa bintang sangat jauh letaknya dan alam semesta ini sangat luas, karena posisi bintang dan ukurannya tidak berubah meskipun bumi ini berputar.
Lebih juah lagi, cara pandang kita terhadap dunia yang telah di inspirasi oleh Copernicus memberi dampak pada diri manusia pada ilmu teologi dan filsafat: Manusia tidak dianggap lagi sebagai pusat dari alam semesta. Dengan planet yang mengitari matahari pada orbitnya masing-masing merupakan model untuk sistem yang lain. Struktur atom seperti mikrokosmos: elektronnya mengitari inti atom pada lintasan tertentu seperti planet mengitari matahari. Hal ini pun terjadi pada ke-112 elektron yang megitari inti atom unsur baru Copernicium.
Unsur baru dengan nomor atom 112 adalah unsure terberat dalam tabel periodic, sekitar 277 kali lebih berat dibandingkan hydrogen. Unsur ini dihasilkan dari reaksi fusi dengan membombardir ion seng pada logam timbal. Disebabkan unsur ini segera meluruh maka keberadaannya hanya bisa dideteksi dengan peralatan analisa yang sangat sensitive dan mempunyai kecepatan analisis yang supercepat. Sebanyak duapuluh satu ilmuwan dari Jerman, Finlandia, Rusia, dan Slovakia terlibat dalam peneliatan untuk menemukan unsure baru dengan nomor atom 112.